Masalah Zakat Fitrah, tunaikanlah sebelum habis waktunya

Salah satu rukun Islam yang harus dilakukan oleh seorang muslim adalah membayar zakat. Zakat ini juga suatu ibadah kepada Allah, yakni dengan cara mengeluarkan sebagian harta kepada orang yang wajib, manakala harta tersebut sudah mencapai nisabnya.

Agama Islam membagi zakat menjadi dua jenis macam zakat. Pertama, zakat fitrah, dan Kedua, zakat maal. Pada kesempatan ini kita akan membahas sedikit mengenai apa yang dimaksud dengan dua jenis zakat tersebut.

Hukum Zakat Fitrah

Melaksanakan pembayaran zakat fitrah ini hukumnya adalah wajib bagi siapapun. Baik laki-laki, perempuan, muda, tua, merdeka atau sahaya. Bahkan seorang bayi yang lahirnya di malam terakhir bulan Ramadhan pun juga sudah terkena hukum wajib. Seperti yag dijelaskan dalam hadits di atas. Bahwa apapun yang kita bayarkan setelah Shalat Idul Fitri, maka itu dianggap sebagai sebuah sedekah saja.

Rukun-Rukun dalam Zakat Fitrah

Rukun atau sesuatu yang harus dipenuhi dalam melaksanakan zakat fitrah ini adalah:

  1. Niat
  2. Muzakki (orang yang melakukan zakat)
  3. Mustahiq (orang yang berhak menerima zakat)
  4. Sesuatu yang dizakatkan

Syarat-Syarat bagi Wajib Zakat Fitrah

Orang yang wajib zakat ini juga punya syarat-syaratnya sendiri, yakni:

  1. Muslim (Orang tersebut beragama Islam)
  2. Masih mempunyai simpanan makanan yang lebih, untuk dirinya sendiri, dan keluarganya sampai pada waktu Hari Raya Idul Fitri datang
  3. Orang yang masih hidup sampai waktu terbenamnya matahari di waktu akhir Ramadhan, termasuk bayi yang baru lahir. Adapun bayi yang dilahirkan pada waktu malam Idul Fitri sudah tidak terkena wajib zakat.

Waktu – Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

Seperti keterangan di atas bahwa zakat fitrah ini dikeluarkan hanya pada bulan Ramadhan. Adapun waktu pengeluaran zakat fitrah di sini terbagi menjadi lima macam:

  1. Waktu yang diperbolehkan (Mubah). Waktu ini diawali dari hari pertama hingga batas akhir bulan Ramadhan
  2. Waktu yang Wajib. Waktu wajib ini adalah mengeluarkan zakat fitrah ketika matahari sudah terbenam di akhir bulan Ramadhan
  3. Waktu afdhal. Waktu afdhal ini dilaksananakan ketika selesai melaksanakan shalat shubuh sampai sebelum mengerjakan shalat ‘Idul Fitri.
  4. Waktu makruh. Yakni mengeluarkan zakat fitrah sesudah melaksanakan sholat Idul Fitri tetapi sebelum terbenamnya matahari pada waktu Hari Raya tersebut
  5. Waktu yang haram. Waktu yang mana pengeluarannya dilakukan setelah terbenamnya matahari pada Hari Raya tersebut.

Manfaat dari Zakat Fitrah

Zakat ini tentu sangatlah bermnafaat, baik bagi diri kita maupun orang lain yang memutuhkan zakat tersebut. Sebagian manfaat dari zakat fitrah tersebut adalah:

  1. Menghindarkan diri daris sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan
  2. Mensucikan diri kita dari perbuatan-perbatan yang tidak bermanfaat dan sia-sia
  3. Tidak merasakan khawatir atas dirinya maupun harta yang dimilikinya, sehingga membuat hidup menjadi tenang
  4. Mempererat persaudaraan satu sama lain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *