Menanggapi Pembakaran Kalimah “TAUHID”, Yakin Haram?

23/10. Beberapa waktu lalu dihebohkan dengan video yang viral di media Sosial yaitu Oknum Banser yang membakar Kalimah Tauhid.

Dalam kitab I‘anah ath-Thalibin juz I halaman 69 dijelaskan, “Dan dimakruh­kan membakar sesuatu yang mengan­dung tulisan Al-Qur’an kecuali bila untuk tujuan seperti memeliharanya. Tetapi membasuhnya adalah lebih utama dari­pada membakarnya.”

Sedangkan di dalam kitab al-Mughni dikatakan sebagai berikut, “Dan dimak­ruh­kan membakar kayu yang padanya terdapat tulisan ayat Al – Qur’an, kecuali jika dimaksudkan untuk memelihara Al-Qur’an, maka itu tidak dimakruhkan, se­ba­gaimana yang dipahami dari perka­taan Ibnu Abdis-Salam.
Dan dengan pe­ngertian itulah kita memahami pemba­kar­an mushaf-mushaf Al-Qur’an yang per­nah dilakukan oleh Sayyidina Utsman bin Affan رضي الله عنه

Pembakaran Kalimah Tauhid oleh oknum Banser

Jadi membakar dengan sengaja sesuatu, baik kertas maupun yang lainnya, yang mengandung ayat-ayat Al-Qur’an, hu­kum­nya adalah makruh. Kecuali jika tuju­an membakarnya itu adalah untuk meme­liharanya agar tidak tersia-sia atau ter­hina, seperti terinjak orang yang lewat, atau dibuat main anak-anak yang belum mengerti ihwal itu sehingga tidak meng­hormatinya, atau dibawa ke penjual ker­tas bekas yang akhirnya bisa digunakan untuk hal-hal yang sangat merendahkan ayat-ayat Al-Qur’an, misalnya jadi pem­bungkus terasi di pasar dan sebagainya. Jika membakarnya untuk tujuan meme­li­haranya dari hal-hal seperti tersebut, hu­kumnya tidaklah makruh, melainkan mubah.

والله اعلم بالصواب

Repost at Menanggapi Pembakaran Kalimah “TAUHID”, Yakin Haram?

One thought on “Menanggapi Pembakaran Kalimah “TAUHID”, Yakin Haram?”

  1. saya ajidin dari desa panyusuhan kecamatan sukaluyu santri dari al musi cabang rancaekek kab bandung. saya ingin memohon penjelasan hukum speaker terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *