Bahsul Masaail Tingkat Ma’had Ály Al Musri Pusat | Bolehkah menolong seekor Babi?

Bolehkah menolong seekor babi?

Kronologi

Dulu Teman Saya Menemukan Seekor Babi Di Hutan, Dalam Keadaan Kakinya Terjepit Dahan Pohon Besar…

Pertanyaan:

  • Apakah Kita Wajib Menolong Babi Itu, Atau Tidak?… Sedangkan hukum bagi Babi Itu Najis Bila Disentuh  !

JAWABAN:

Tidak diwajibkan untuk menolong-nya,dikarnakan babi termasuk kedalam bagian hewan yang tidak di mulyakan oleh hukum syara’.bahkan menurut sebagian ulama ada yang mengatakan sunat membunuhnya,ada juga yang mengatakan wajib.

REFERENSI:

Safinatunnajah halaman 35,

Lafadnya:

الخ …..سواء كان عقوراام لا على المعتمد,وقيل يجب قتل العقورويسن قتله

 

Memakai sejadah orang lain tanpa ijin untuk shalat, tidak boleh?

Kronologi

Si Jaed akan melakukan sholat berjamaah, Akan tetapi shaf yang ada di depan si Jaed terlihat masih kosong dan di tempat itu juga ada sejadah milik orang lain…

Pertanyaan:

  • Bagaiman hukum-nya melaksanakan solat di atassajadah milik orang lain?….dengan alasan untuk memenuhi shaf!
  • Apakah termasuk kedalam hukum ghasab atau tidak?

JAWABAN:

Kita bisa melihat situasi dan kondinsinya terlebih dahulu. Dalam arti akan terjadi 3 kemungkinan..

  •   Apabila si Jaed mengetahui bahwa sejadah tersebut milik orang lain,akan tetapi si Jaed tetap melaksanakan sholat di atas sejadah tersebut,maka hukum sholat nya tidak sah…

REFERENSI:

  • Sulamuttaufiq, hal 29, 9 baris dari atas.

Lafadnya.

وان يكون مأكوله وملبوسه ومصلاه حلالا…قال الامام سهل من لم يكن مطعمه من حلال…….الخ

  •   Apabila si Jaed mengetahui bahwa sejadah tersebut milik orang lain,akan tetapi sejadah tersebut di peruntukan untuk orang yang kan melaksanakan sholat,seprti orang yang mempunyai sejadah tersebut mengisi shaf yang ada di depan_nya ,maka hukum sholat si Jaed sah dan di beri pahala oleh ALLAH ….
  •   Apabila si Jaed mengetahui bahwa sejadah tersebut milik orang lain dan sejadah tersebut di peruntukan untuk di pakai sholat,seperti orang yang mempunyai sejadah tersebut pergi untuk melaksanakan wudlu terlebih dahulu,akan tetapi si Jaed melaksanakan sholat di atas sejadah tersebut,maka hukumsholat_nya sah, akan tetapi tidak mendapatkan pahala…dan si Jaed melakukan ghasab karna menempati tempat orang lain…..

         REFERENSI:

  • Jam’ul jawami’, juz 1, hal 196, barisan ke 2 dari atas.

Lafadnya:

مسئلة الفعل المقدور للمكلف……….الخ

Sekian hasil bahsul masaail santri tingkat Ma’had Ály. Mohon maaf apabila ada salah dalam penulisan atau persoalan yang kurang jelas. untuk informasi bisa hubungi pengurus bahsul dibawah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *