Indahnya Bersedekah

Rasulullah Bersabda :

تَصَدَّقُوْا فَاِنَّ الصَّدَقَةَ فِكَاكُكُمْ مِنَ النَّارِ

“ Bersedekahlah!, sebab sesungguhnya sedekah itu pelepasmu dari api neraka ” ( H.R. Thabrani )

Pada zaman Rasulullah SAW. Dalam kalangan umat sebelummu, ada seorang lelaki yang sering mendatangi sarang burung. Setiap telur-telur burung itu menetas, maka lelaki itu mengambil dua anaknya. Lantas, sang induk burung mengadu kepada Allah SWT. Tentang apa yang dilakukan oleh lelaki itu. Lalu Allah menjawab aduan sang induk burung dengan menurunkan wahyu kepada burung tersebut. “Bila lelaki itu datang lagi, maka aku akan membinasakannya.”

                Kemudian, ketika telur-telur sang burung menetas kembali, maka lelaki tadi mendatangi sarang burung kembali sebagaimana kebiasaannya untuk mengambil anak burung. Namun dalam perjalanan, disalah satu jalan dipedesaan, lelaki itu bertemu dengan seorang pengemis. Lalu lelaki itu memberinya sepotong roti yang tadinya untuk makan siang lelaki itu. Kemudian lelaki itu melanjutkan perjalanannya kembali sehingga sampai di sarang burung tersebut, lalu ia meletakkan tangga dan naik, lantas mengambil dua anak burung itu.

                Melihat keadaan lelaki itu yang selamat dan membawa anak-anak nya, sang induk burung kembali mengadu untuk protes kepada Allah, menagih apa yang sudah Allah janjikan kepadanya.

“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau tidak pernah inkar janji. Dan Engkau menjanjikan kepada kami bahwa Engkau akan membinasakan lelaki itu bila dia kembali membawa anak kami. Ternyata dia kembali, lalu membawa dua anak kami lagi. Tapi kenapa Engkau membiarkannya dan tidak membinasakannya?”

Allah SWT. Menurunkan wahyu untuk menjawab pertanyaan sang induk burung “Apakah kamu tidak tahu, bahwa sesungguhnya aku tidak akan pernah merusak orang yang bersedekah dengan mati dalam keadaan jelek pada hari dia bersedekah?”

Maka pada hari Allah akan membinasakan sang lelaki akibat perbuatannya, lelaki itu selamat oleh perbuatan sedekahnya.

SUMBER REFERENSI : Kitab Irsyaadul I’baad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *